Sabtu, 09 Juli 2022

Kembali mengenal sastra

 Aku ingin kembali mengenal sastra. mencari nikmatnya puisi, mencari petualangan dalam sebuah cerita, dan merinding mesra dalam suatu sastra bertema cinta. Hal-hal yang memang selalu kurasakan sedari dulu, sedari aku menemukan cara membaca, menyatukan huruf menjadi kata, merangkai kata menjadi bermakna. Tentu itu semua ku rindukan, dalam penantianku terhadap karya sastra. 

Seiring perjalananku menuju dewasa. Alam menghantam keras pikiranku dengan ilmu, yang terkadang berguna, dan yang terkadang hanya untuk keren-kerenan saja. Berbicara soal ilmu tentunya berbicara tentang keteraturan, mengenai bagaimana suatu fakta disusun dalam rak-rak pengetahuan untuk semua. Begitu tertata dan sistematis, hingga manfaat nya tersebar, hingga hidup kembali berjalan maju. kemaslahatan untuk semua

Akan tetapi tetap ku rindu dengan sastra. Rindu dengan kata-kata tak beraturan yang indah. kata kata berima yang penuh makna. Aku rindu dengan apa yang membuatku jatuh cinta pada kumpulan aksara.. tentang cerita, puisi, narasi yang menggambarkan keindahan. Tentu aku ingin kembali, merasakan perasaan itu.. ketika aku tergetar hebat saat membaca. bukan tentang fakta atau hipotesis yang terbukti.. tapi tentang puisi yang berima.

-Mr. Egg-

Selasa, 05 Januari 2021

Ketika Azka sedang menangis

 Namanya Azka, usianya saat ini hampir 3 tahun. Sedari tadi dia berdiri di atas motor hijau itu sembari menangis. Tangisan dengan alasan sederhana "Dimana ayah-ku?". Kita tidak sedang bercerita tentang kenyataan bahwa ayah azka nyatanya sedang ngopi-ngopi bersama tetangga atau sedang keluar sebentar ke pasar supaya dapur tetap mengebul, yang jelas ayahnya Azka sedang baik baik saja.. Hanya saja, Azka tidak tau itu.. dia tetap menangis. tangis yang diakibatkan rasa takut? Khawatir? Penasaran? atas keberadaan ayahnya nya saat itu.

Ketika Azka Menangis

Minggu, 24 Mei 2020

Selamat Idul Fitri 1441 H


Jadi begini ceritanya. Saya, Mr Egg dan semua kru dari blog ini (Which is gak ada kru nya) ingin mengucapkan Taqabbalallohu Minna waminkum shiyaamanaa washiyaamakum taqabbal yaa Kariim. 
Semoga di lebaran ini kita tetap mendapatkan nikmat iman dan islam dan senantiasa menjadi orang-orang yang terpelihara.



Mari kita senantiasa memperbaiki diri untuk masa depan yang lebih baik.
-Mr Egg-

Minggu, 11 Agustus 2019

My honest opinion of me being stupid

Pernah ada yang bertanya, "Gunanya sekolah tinggi-tinggi tuh apa siih? lulusan SD aja udah bisa jadi orang kaya raya kook, ngapain ngabisin waktu banyak-banyak cuma buat sekolah tinggi-tinggi". gak salah, bener banget kok lulusan SD juga bisa jadi orang pinter. prasyarat untuk menjadi orang pintar dan bisa memberi manfaat kan bukan hanya sekedar ijasah dan ketinggian sekolah seseorang. Jadi pertanyaan itu bisa jadi layak untuk dipertanyakan. Kenapa kamu mesti sekolah setinggi tingginya? 


Dengan kondisi saya sekarang, dimana saya bisa melihat banyak teman-teman saya telah cukup "sukses" di bidang kerja nya masing-masing, sedangkan saya masih disibukkan dengan "berproses". ya iya, bersekolah itu artinya berproses kan? Kalo saya sendiri akan dengan jelas menjawap pertanyaan "apa gunanya sekolah?" dengan jawaban sederhana, "Saya sekolah, hanya untuk membuktikan bahwa saya orang yang cukup bodoh tidak pintar". Setidaknya itulah yang saya rasakan dari menempuh perjalanan dari TK - SD - SMP - SMA - Strata 1 - Strata 2 dan diakhiri dengan jenjang Strata 3. Sekolah itu, memang tempatnya untuk mencari ilmu bergaul, semakin banyak kita mencari ilmu bergaul maka semakin terasa bahwa kita sampai kapanpun akan "gak pinter-pinter amat", selalu berada pada tahap "pencari ilmu" karena kata "pintar" itu akan selalu terlalu relatif untuk di predikatkan pada seseorang. Masih bingung? mari saya jabarkan satu persatu. 

Senin, 04 Februari 2019

Mr. Egg kemana?

Guys, I am back.. hahaha after all these years.. Well, postingan terakhir gw tentu aja udah lama pake banget, saat ini gw duduk dalam zona waktu dimana segala kalender disekitar gw sepertinya sepakat bahwa hari ini berada pada tanggal 3 Februari 2019. Postingan terakhir gw? 2016.. damn lama banget gw gak pernah buat postingan lagi hahaha. Anyway, nobody read this blog.. soo.. I think nobody care.. hahaha.

Jadi, kemana aja siih gw selama ini? hahahaha jawaban sederhananya adalah "Gw mengabdi.." wkwkwkw.. yeapp.. entah percaya atau enggak, Mr. Egg yang kalian kenal ini sedang melakukan pengabdian besar pada Negara yang biasa dikenal dengan nama Indonesia. Jadi singkat cerita, gw ternyata dapet kesempatan besar untuk dapat menempuh pendidikan pascasarjana di salah satu kampus beken yang ada di Indonesia melalui jalur beasiswa PMDSU. mau tau rasanya jadi awardee PMDSU? well mungkin akan gw bahas di postingan lain. tapi poin pentingnya adalah, being a postgraduate student is never be easy. hahaha. I'll tell you why... later, today I'll tell you why I am a university Student (again).

Kamis, 14 April 2016

Sedikit penyegaran

Halo, telah lama kita tak berjumpa. Setelah seukian lama gw gak nyentuh2 blog gw tercinta ini lagi.. akhirnya gw bisa punya waktu lagi untuk memberikan sentuhan kepada blog gw yang satu ini (oke bukan punya waktu lagi,, tapi banyak banget sepertinya waktu teh). Blog gw yang memang sudah berdebu usang kadaluarsa dan telah terjadi perubahan dari pre rigormortis menjadi post rigor mortis ini tampaknya memerlukan sedikit penyegaran.. mari kita lihat apa saja yang menyegarkan dalam blog ini (oke sebenernya gak ada yang segar).

For your information, blog ini konon dibuat pada saat gw berada pada tingat satu perkuliahan, blog ini dibuat karena gw yang waktu itu masih anak SMA baru tau pahitnya kehidupan kuliah merasa bosan dengan apa yang waktu itu gw jalani.. dan voila,, lahirlah Who Is Mr Egg? ini,, yang konsep dasarnya adalah kalian bisa mengenal  dan mengetahui isi pikiran gw melalui tulisan2 yang gw tuangkan di blog ini.. hahaha,, waktu itu inilah header blog yang gw gunakan.

Header blog jadul

Selasa, 04 Februari 2014

... ,Angin, dan Gadis kecil

Gadis itu pun tersadar, Mungkin kah itu adalah aku? Si gadis malang pemburu pelangi itu, mungkinkah itu aku? Tapi aku tak terlalu peduli dengan dimensi diantara aku dan gadis itu. “Aku harus tetap menemukan pelangi” hanya itu yang bisa aku katakan dalam kelabu nya embun-embun ini.

Aku cukup yakin bahwa berdiam diri dalam gubuk tua ini takkan membuahkan apapun, aku harus tetap berlari apapun yang terjadi, walau tanpa arah? Ahh aku percaya pada hatiku. Keluar dari gubuk ternyata benar-benar bukan perkara yang mudah.. Aku takut,, tapi aku selalu tau... Menyerah bukanlah pilihan. Aku selalu tau apa yang aku rindukan.. Pelangiku.